Kemhan Siapkan Fasilitas Latihan Militer Internasional di Morotai
- account_circle redaksi
- calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA BeritaYudha.co.Id – Kementerian Pertahanan RI tengah menyiapkan kawasan Morotai, Maluku Utara, sebagai tempat latihan militer internasional.
Rencana itu diungkapkan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin selepas menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menhan Australia Richard Marles di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Kamis (12/3).
“Morotai itu sebetulnya inisiatif dari kita. Indonesia kan negara besar, mempunyai infrastruktur yang cukup besar. Kita dikelilingi negara-negara tetangga. Kita tidak ingin negara kita menutup diri, kita ingin negara kita itu open minded dengan negara-negara lain. Tadi saya bicarakan bagaimana kita membuat International Training Facilities di Morotai,” kata Sjafrie.
Nantinya, fasilitas militer tersebut bisa dipakai latihan tiga matra, yakni darat, laut, dan udara.
Pada saat Presiden Prabowo Subianto menjadi menteri pertahanan, sebut Sjafrie, Indonesia sebenarnya telah menawarkan kepada Singapura soal fasilitas militer internasional di Morotai.
“Tapi mungkin antara Singapura dan Morotai terlalu jauh. Jadi Singapura ingin tidak terlalu jauh, dan kita sudah dapatkan di Kalimantan Utara. Jadi inisiatif dari kita,” tutur Sjafrie.
Rencananya, fasilitas militer di Morotai bisa dipakai angkatan bersenjata negara-negara tetangga.
“Tidak harus hanya dari Australia. Bisa juga dari Filipina, bisa dari Jepang,” kata Menhan RI.
Sebelumnya, Sjafrie mengungkapkan rencana pemerintah memanfaatkan runway atau landasan pacu di Landasan Pitu Morotai, Maluku Utara, untuk menggelar latihan bersama.
Sjafrie menyebutkan, ada enam runway yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi untuk latihan militer. Ia mengatakan bahwa runway tersebut merupakan peninggalan Perang Dunia Kedua (PD II). Saat itu, Amerika Serikat (AS) dan sekutu memanfaatkan runway tersebut.
“Kita akan tingkatkan, kita akan panjangkan (runway) lagi sehingga pesawat-pesawat tempur kita, pesawat transport (angkut) kita akan bisa mendarat di situ,” tutur Sjafrie di Kemhan RI, 5 Juni 2025.*** nma
Sumber IDM
- Penulis: redaksi

Saat ini belum ada komentar