Panglima TNI Agus Subiyanto Perintahkan Seluruh Jajaran TNI Siaga 1
- account_circle redaksi
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA BeritaYudha.co.Id | Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah mengeluarkan telegram perintah siaga 1 untuk seluruh jajaran TNI.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah membenarkan adanya telegram tersebut saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (7/3) malam.
“TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” ujar Aulia.
Seperti dikutip Kompas, dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang diteken Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026, salah satu dari tujuh perintah Agus adalah menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
“Pertama, Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI diminta menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista),” bunyi dalam telegram tersebut.
Selain itu, jajaran TNI juga diperintahkan melakukan patroli di obyek vital strategis dan sentra perekonomian. “Hal itu termasuk di bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, dan terminal bus, serta kantor PLN,” bunyi dalam telegram.
Perintah lainnya mencakup:
Kedua, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diminta melaksanakan deteksi dini serta pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.
Ketiga, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI diminta menginstruksikan atase pertahanan RI di negara-negara terdampak konflik untuk mendata dan memetakan kondisi warga negara Indonesia (WNI). “Bila diperlukan serta berkoordinasi dengan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri), KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia), dan otoritas terkait sesuai eskalasi di kawasan Timur Tengah,” bunyi telegram Panglima TNI.
Keempat, Kodam Jaya diperintahkan meningkatkan patroli di obyek vital strategis dan kawasan kedutaan besar di DKI Jakarta guna menjaga keamanan tetap kondusif.
Kelima, satuan intelijen TNI diminta melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di obyek vital strategis dan kawasan kedutaan.
Keenam, semua badan pelaksana pusat (Balakpus) TNI diminta melaksanakan kesiapsiagaan di satuan masing-masing.
Ketujuh, setiap perkembangan situasi di lapangan harus segera dilaporkan kepada Panglima TNI. “Telegram ini merupakan perintah,” bunyi dalam telegram tersebut.
Telegram Panglima TNI tersebut ditujukan kepada KSAD, KSAL, KSAU, Kasum TNI, Irjen TNI, Asrenum, Asops Panglima TNI, Para Pangkotamaops TNI, Dansesko TNI, Danjen Akademi TNI, Kabais TNI, Dankodiklat TNI, Koorsahli Panglima TNI, Asintel, Aspers, Aslog, Aster, Askomlek, Panglima TNI, Para Dan/Kabalakpus Mabes TNI, Dansatkomlek, Kapusdalops, Kasetum TNI, dan Dandenma Mabes TNI. (DK)
- Penulis: redaksi

Saat ini belum ada komentar