Terkait Kebocoran Minyak di Laut Karawang Bupati Aep Syaepuloh Panggil Pertamina
- account_circle redaksi
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KARAWANG BeritaYudha.co.Id – Bupati Karawang Aep Syaepuloh memanggil manajemen Pertamina terkait dengan bocran minyak yang tumpah di sepanjang pantai Karawang.
Pengelola minyak dan gas bumi Offshore PHE ONWJ Pertamina hadir ke kantor bupati dan memberikan klarifikasi terkait bocoran minyak. Pemanggilan dilakukan karena Aep ingin mengetahui asal usul limbah minyak yang berserakan di pantai Karawang.
Aep mengatakan, pemanggilan manajemen Pertamina dalam hal ini PHE ONWJ dilakukan untuk memastikan kejadian sebenarnya terkait isu kebocoran minyak di laut Karawang. Pasalnya butiran minyak berwarna hitam kecoklatan berserakan di pantai Karawang.
“Langkah ini kami ambil guna memastikan perlindungan lingkungan pesisir serta kenyamanan masyarakat setempat yang terdampak langsung oleh paparan minyak tetsebut,” kata Aep, Kamis (27/8/2026).
Menurut Aep, Pemkab Karawang menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan secara transparan dan terukur demi menjaga kelestarian ekosistem laut daerah. Dalam pertemuan dengan Pertamina dijelaskan pihak perusahaan menyampaikan indikasi awal yaitu material limbah yang mencemari kawasan pantai diduga bukan berasal dari aktivitas oeprasional mereka. Namun, Aep tidak serta merta menerima pernyataan tersebut tanpa adanya pembuktian ilmiah yang sah.
“Kami tidak ingin kita berspekulasi atas kejadian ini. Jadi pegangan kita dengan mengambil butiran minyak tersebut kemudian diperiksa dilaboratorium secara komprehensif. Proses identifikasi ini mengandalkan dua instrumen pengujian yaitu di Puslabfor Mabes Polri dan Sucofindo untuk mendapatkan hasil pengujian yang obyektif,” ujarnya
Aep mengaku sudah menugaskan Dinas Lingkungan Hidup melakukan uji lab untuk mencari bukti apakah minyak yang berserakan tersebut milik Pertamina atau tidak. Masyarakat juga bisa menunggu hasil uji lab hingga 5 hari ke depan.
“Kita tunggu nanti hasil ilmiah saja nanti milik siapa butiran minyak ini. Tugas kita tinggal menunggu hasil uji lab nanti,” katanya.
Menurut Aep sambil menunggu kepastian hasil uji laboratorium, dia memerintahkan agar pembersihan butiran minyak disepanjang pantai untuk dibersihkan tanpa menunda waktu. Proses pembersihkan di bawah kendali Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sert dukungan Muspika setempat. Selain itu Pertamina ONWJ juga diminta membantu proses pembersihan di sekitar pantai.
“Saya minta ONWJ untuk membantu membersihkan pantai Karawang tanpa harus menunggu hasil lab. Apakah itu milik Pertamina atau dari kapal tonggkang lain yang membuang limbah ditengah laut lalu terbawa ke pantai kita belum tahu. Yang penting sekarang bersihkan dulu pantainya,”pungkas Aep *** IK / BY
Editor : Syarip Hidayat
- Penulis: redaksi

Saat ini belum ada komentar