Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Karawang » Primaya Hospital Lindungi Jurnalis PWI Karawang dengan BPJS Ketenagakerjaan

Primaya Hospital Lindungi Jurnalis PWI Karawang dengan BPJS Ketenagakerjaan

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Primaya Hospital Lindungi 40 Wartawan PWI Karawang dengan BPJS Ketenagakerjaan

KARAWANG BeritaYudha co id  – Sebanyak 40 anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui program kolaborasi PWI Karawang dengan Primaya Hospital Karawang dan BPJS Ketenagakerjaan.

Simbolisasi penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan tersebut digelar di Aula Lantai 2 Primaya Hospital Karawang, Senin (31/8/2026).

Direktur Primaya Hospital Karawang, dr. Winardi Fadilah, MMRS., AIFO-K., mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi Primaya Hospital dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya pekerja yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitasnya.

Menurutnya, wartawan menjadi salah satu kelompok yang dinilai membutuhkan perlindungan ketenagakerjaan karena aktivitas jurnalistik memiliki mobilitas tinggi dan tidak selalu berada dalam lingkungan kerja yang terikat perusahaan.

“Memang ini ada salah satu program kita dari BPJS Ketenagakerjaan. Kita memang ingin berkontribusi untuk masyarakat, salah satunya wartawan. Makanya kita berkolaborasi dengan PWI bagaimana caranya untuk melindungi para wartawan,” ujar Winardi.

Ia menyebutkan, sebelum memberikan perlindungan kepada 40 anggota PWI Karawang, Primaya Hospital juga telah menjalankan program serupa untuk berbagai kelompok masyarakat.

Di antaranya melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk memberikan perlindungan kepada ratusan marbot, guru ngaji dan tokoh agama. Program perlindungan juga diberikan kepada atlet serta pengemudi ojek online di Karawang.

“Kalau untuk PWI sendiri kita ada 40 orang. Sebelumnya kami sudah melindungi beberapa, mungkin beberapa ratus, dari berbagai kalangan,” katanya.

Winardi menambahkan, ke depan Primaya Hospital masih berkomitmen memperluas cakupan perlindungan tersebut. Salah satu sasaran yang akan diperluas adalah pengemudi ojek online yang sebelumnya telah mendapatkan perlindungan sekitar 150 orang.

“Kita mau tingkatkan coverage kita mungkin sampai di angka 250 sampai 300. Selain itu kita masih melihat mana-mana saja yang memang berpotensi untuk bisa kita lindungi, terutama masyarakat yang memiliki risiko tinggi dan tidak ter-cover,” jelasnya.

Ia menargetkan program perlindungan tersebut dapat menjangkau sekitar 1.000 orang pada tahun ini.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Karawang, Cep Nandi Yunandar, menjelaskan bahwa perlindungan bagi peserta berlaku ketika terjadi risiko kecelakaan kerja dalam aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan.

Apabila terjadi kecelakaan, peserta dapat langsung mendatangi rumah sakit yang telah bekerja sama sebagai fasilitas pelayanan kecelakaan kerja (PLKK), termasuk Primaya Hospital Karawang.

“Kalau seandainya terjadi risiko kecelakaan, yang bersangkutan tinggal langsung datang ke Rumah Sakit Primaya. Hanya dengan memperlihatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan. Kalau tidak terbawa kartu Jamsostek, tinggal menunjukkan KTP, itu sudah otomatis ter-cover biaya perawatan, pengobatan sampai dengan sembuh,” kata Nandi.

Ia menegaskan, pelayanan akibat risiko kecelakaan kerja tidak dibatasi nominal biaya tertentu selama memenuhi ketentuan dan prosedur BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk risiko ini sifatnya kita bukan klaim, tapi pelayanan. Memberikan pelayanan kepada peserta manakala terjadi risiko. Pelayanannya sampai dengan sembuh, tidak ada batasan biaya,” ujarnya.

Menurut Nandi, perlindungan tersebut juga relevan bagi wartawan yang memiliki pola kerja berbeda dengan pekerja pada umumnya. Aktivitas jurnalistik dapat berlangsung di berbagai lokasi dan waktu, sehingga perlindungan tetap berlaku selama aktivitas tersebut berkaitan dengan pekerjaan.

“Ruang lingkup daripada risiko kecelakaan itu pada saat dia berangkat dari rumah, bekerja di tempat bekerja, terus beraktivitas pulang lagi ke rumah. Kalau wartawan ini kan aktivitasnya kadang mobile 24 jam. Selama itu ada kaitannya dengan pekerjaan, itu di-cover oleh BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, apabila seorang wartawan tengah melakukan peliputan di wilayah lain dan mengalami kecelakaan, peserta dapat memperoleh pelayanan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan.

Winardi menambahkan, Primaya Hospital juga siap memberikan dukungan apabila anggota PWI mengalami kecelakaan ketika menjalankan tugas jurnalistik di luar wilayah Karawang.

“Kalau misalnya case-nya kecelakaan di Cikampek, teman-teman tinggal informasikan ke kita. Nanti kita ikuti. Jadi tidak usah khawatir di manapun teman-teman berada, kita kan sudah kerja sama,” katanya.

Ketua PWI Karawang, Nila Kusuma, menyambut baik pemberian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Menurutnya, program itu menjadi momentum penting bagi para wartawan, terutama karena dalam beberapa waktu terakhir anggota PWI tengah melakukan peliputan terkait dugaan kebocoran minyak di wilayah pesisir Karawang.

Ia mengatakan sejumlah wartawan bahkan harus melakukan peliputan di tengah laut dan kawasan pesisir Cemara Jaya untuk menginvestigasi persoalan ceceran minyak yang mencapai bibir pantai Karawang.

“Pemberian hari ini merupakan momentum buat teman-teman. Sudah seminggu ini liputannya agak rawan, yaitu di tengah laut. Kita investigasi tentang kebocoran minyak. Teman-teman akhirnya lebih banyak berangkat ke Cemara Jaya dan sampai sekarang pun masih ada teman di sana,” kata Nila.

Karena kondisi tersebut, Nila mengaku langsung menyetujui proses perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota PWI ketika tawaran program tersebut kembali disampaikan.

“Saya langsung bilang, ya sudah secepatnya saja, biar pada pegang kartu. Nempelnya lebih enak,” ujarnya.

Nila berharap perlindungan tersebut dapat memberikan rasa aman bagi wartawan ketika menjalankan tugas di lapangan, mengingat pekerjaan jurnalistik memiliki risiko yang tidak selalu dapat diprediksi.

Pada kesempatan tersebut, Nila juga menyampaikan apresiasi kepada Primaya Hospital Karawang atas dukungan yang selama ini diberikan kepada PWI, termasuk ketika PWI menjadi panitia kegiatan nonton bareng dalam rangka Hari Jadi Karawang.

Primaya Hospital saat itu turut memberikan dukungan berupa ambulans selama kegiatan berlangsung di Karangpawitan.

“Primaya salah satu yang mendukung kegiatan kita, bahkan mengirim ambulans. Setiap malam dikirim laporan kepada kita,” ungkapnya.

Nila menilai hubungan kerja sama antara PWI Karawang dan Primaya Hospital yang telah terbangun selama ini menjadi salah satu alasan kuat terjalinnya program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota PWI.

Sementara itu, Cep Nandi menyebut program tersebut bukan sekadar pemberian fasilitas, tetapi merupakan bentuk kepedulian konkret dalam memberikan jaring pengaman bagi masyarakat pekerja.

“Ini salah satu bentuk kepedulian yang konkret dari Rumah Sakit Primaya kepada masyarakat pekerja ataupun komunitas, dalam hal ini PWI. Ini merupakan salah satu program strategis nasional guna meminimalisir munculnya warga masyarakat miskin baru manakala terjadi risiko,” pungkasnya.**** rls / BY

Editor  : Syarip Hidayat

  • Penulis: redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Aep Kunjungi Korban Meninggal Kecelakaan Majalengka Sekaligus Berikan Bantuan 50 Juta.

    Bupati Aep Kunjungi Korban Meninggal Kecelakaan Majalengka Sekaligus Berikan Bantuan 50 Juta.

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    KARAWANG BeritaYudha.co.Id | Bupati Karawang,H.Aep Saepullah mengunjungi rumah korban kecelakaan di Majalengka di wilayah Warudoyong Rengasdengklok Selatan,selain mengucapkan belasungkawa,sekaligus memberikan bantuan sebesar Rp.50 juta untuk masing-masing korban meninggal. Bupati juga mengatakan untuk korban meninggal tidak mendapat bantuan dari Jasaraharja,kerena korban menggunakan mobil pribadi bukan kendaraan umum resmi.”Kerna plat hitam,meski sewa tapi tidak dapat bantuan Jasaraharja,karena […]

  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

    PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JAKARTA BeritaYudha.Id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung. Pernyataan tersebut dinilai telah merendahkan profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dan berpotensi mencederai semangat kemerdekaan pers yang dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang […]

  • Penundaan Berangkat Umrah Bukan Solusi, BERSATHU Minta Pemerintah Komunikasi dengan Arab Saudi

    Penundaan Berangkat Umrah Bukan Solusi, BERSATHU Minta Pemerintah Komunikasi dengan Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 202
    • 0Komentar

    KARAWANG BeritaYudha.co.Id | Wakil Ketua Umum Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Haji Umrah (BERSATHU), H.Rafiudin Firdaus menilai penundaan pemberangkatan umroh bukan menjadi menjadi solusi ditengah perang AS- Israel dan Iran. Dirinya meminta agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Haji dan Umroh, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan dapat berkomunikasi dengan pemerintah Arab Saudi maupun maskapai penerbangan untuk mencarikan […]

  • Inspektorat dan BKPSDM Harus Begerak ,KMG Desak Bupati Karawang Nonaktifkan Sementara Kadishub Muhana

    Inspektorat dan BKPSDM Harus Begerak ,KMG Desak Bupati Karawang Nonaktifkan Sementara Kadishub Muhana

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    KARAWANG BeritaYudha co.id | Karawang Monitoring Group (KMG) mendesak Bupati Karawang Aep Syaepuloh menonkatifkan sementara Kadishub Muhana agar pihak BKPSDM dan Inspektorat leluasa melakukan klarifikasi guna terciptanya budaya disiplin ASN , isu Kadishub bermain api itu beredar setelah wanita muda ngadu ke medsos”Tangkar” milik Pemkab Karawang , harusnya informasi  itu di uji  kebenarannya, benar  tidak […]

  • Tak Bisa Main-Main, Kejaksaan Negeri Karawang Bakal Sikat SPPG MBG Nakal

    Tak Bisa Main-Main, Kejaksaan Negeri Karawang Bakal Sikat SPPG MBG Nakal

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    KARAWANG BeritaYudha.co.Id |  Pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karawang, Jawa Barat bakal diawasi langsung oleh Kejaksaan Negeri. Pasalnya, Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengawasi operasional SPPG melalui aplikasi bernama “Jaga Dapur MBG”. Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Dedy Irwan Virantama mengungkapkan, BGN dengan […]

  • Jelang Lebaran 19.091  Guru Ngaji Merbot, Amil Dapat Insentif 25.6 Miliar Dari Pemkab Karawang

    Jelang Lebaran 19.091 Guru Ngaji Merbot, Amil Dapat Insentif 25.6 Miliar Dari Pemkab Karawang

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    KARAWANG JarakMedia.Id | Pemerintah Kabupaten Karawang menyalurkan bantuan insentif sebesar 25. 6 miliar dari APBD TA 2026 untuk 19.091 orang  guru ngaji, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan pengajar Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA),  serta amil dan marbot masjid se kabupaten Karawang. Program ini  sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap kontribusi mereka dalam menjaga dan mengembangkan […]

Design by Mitrataktis
expand_less